Sepucuk Surat Pengakuan

Setiap tindakan yang dilakukan pasti akan ada sebuah konsekuensi. Terlepas apakah tindakan tersebut baik atau buruk, pasti akan ada efek yang akan terjadi sesudahnya. Misalkan, ketika kita dahulu pernah melakukan tindakan yang tidak terpuji, oke lah beberapa hal akan kita dapatkan, tapi yakinlah itu akan sirna lebih cepat dari waktu kita mendapatkannya. Jika tindakan yang kita lakukan adalah baik, maka rentetan peristiwa sesudahnya akan berentet baik semuanya. Jika dihubungkan dengan rezeki, maka percepatan akan menjadi ber kali lipat, mungkin bisa mengalahkan angka deret hitung atau pun malah melampaui angka di deret ukur.

Hidup adalah pilihan. So, meskipun hidup adalah pilihan, maka pilihlah tindakan yang terbaik. Jangan pilih sebaliknya, karena sudah banyak contoh yang telah merasakan bagaimana masuk dalam sebuah keadaan yang tidak bagus. Jangan sampai Anda mencoba masuk ke dalam lobang yang sama untuk keadaan yang tidak bagus tersebut.

Dari segi bergaul, sejak dibangku kuliah, senior, dosen atau pun ustad sekalipun sudah menekankan untuk bergaul dengan sahabat yang baik. Boleh bergaul dengan siapa saja, tetapi ingat salah memilih sahabat akan ada konsekuensinya bagi hidup Anda. Ketika anda bersahabat dengan orang yang selalu mengeluh, maka Anda akan menjadi orang pengeluh. Jika Anda berteman dengan orang yang sholeh, pintar, suka menulis, membaca atau mengisi waktu dengan baik, maka Anda juga akan menjadi orang yang sholeh dan sama seperti sahabat Anda tersebut. Masih melekat dalam ingatan, Kang Hari seorang Motivator saat mengikuti training sales dahulu pernah mengatakan. Rezeki Anda untuk ke depannya akan ditentukan oleh lima orang sahabat Anda. Jika sahabat Anda yang pertama gajinya 10 Juta, sahabat kedua 4 juta, sahabat ketiga 8 juta, sehabat keempat 20 juta dan sahabat kelima cuma 2 juta. Maka, bisa ditebak berapa penghasilan Anda. Penghasilan Anda adalah 8,8 juta. Dapatnya darimana? Penghasilan kelima sahabat Anda di tambahkan dan dibagi lima. Nah, jika Anda bersahabat dengan orang yang sholeh, pebisnis, dan punya penghasilan gede, maka Anda juga mendapatkan penghasilan yang gede.

Mengejar Dunia diharuskan, bahkan kita harus menjadi "orang kaya" yang identik dengan mengejar dunia. Cuma, bagaimana kita mengejar dunia tersebut, apakah dengan cara yang Allah tunjukkan atau menghalalkan segala cara? Jika tujuan utama mengejar dunia melupakan akhirat maka, sungguh luar biasanya energi yang kita habiskan, namun yang kita dapatkan tidak lah seberapa. Mau coba? saran saya sudah lah. Nah, alangkah luar biasa ketika orientasi kita mengejar akhirat. Ketika akhirat menjadi tujuan, maka dunia akan mengikutinya, dan yang akan kita dapatkan pun tidak tanggung-tangung.   

Setiap manusia punya sejarah perjalanan hidup yang berbeda-beda, pasti akan pernah memilih pilihan yang salah yang akhirnya membawa ke situasi yang merugikan. Tapi, apakah setelah memilih pilihan yang salah dia akan tersadar dan kembali ke jalan yang sebenarnya? Ada yang tersadar secara cepat ada pula yang tersadar dengan butuh waktu yang lama. Semua tergantung kasih sayang Allah padanya. 

Banyak yang tersadar kemudian meninggalkan segala tingkah dan pola, serta pilihan yang telah pernah mereka ambil dahulu, meskipun konsekuensinya dia harus memulai dari awal dan tertatih untuk menapaki jalan hidup yang baru. Ketika orang yang seperti ini mengambil hikmah dari kejadian yang pernah dia alami, maka akan banyak pengalaman yang mereka dapatkan, dengan bimbingan dan sahabat yang tepat, serta tuntunan dari Allah Swt dengan keimanan yang tinggi kepadaNya, InsyaAllah tidak akan masuk kedalam lubang yang sama, dan mungkin bisa menginspirasi orang lain dan menjadi "harapan baru". Sahabat yang tepat merupakan sesuatu yang mahal, yang saling mengingatkan, saling memotivasi, mengkritik dengan kritik yang konstruktif merupakan sesuatu yang terindah untuk menapaki jalan nan berliku ke depannya. 

Yuk, mari sahabat bergaulah dengan orang yang tepat, agar bisa saling mengingatkan, saling memotivasi, mengingatkan kita selalu beribadah kepada Allah Swt., saling berlomba untuk kemajuan masing-masing sesuai bidang yang digeluti. Apabila suatu saat kita ditegur atau diingatkan, maka yakinlah itu sebuah kasih sayang seseorang kepada sahabatnya. Ada sebuah perhatian di sana, agar kita senantiasa berjalan di pilihan yang tepat, pilihan yang lurus sesuai tuntunan Allah swt dan RasulNya. Itu lah sebuah kado yang terindah.  

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.