Antrian Kapal Di Dermaga

Malam minggu kembali bersua. Malam yang di tunggu banyak orang tentunya. Ayo, siapa yang udah janjian dengan seseorang? Lho kok balik bertanya..senyum enteng ku kirimkan sebagai balasan pertanyaan tersebut. Ya, aku memang ada janji, janji pada laptopku untuk menuntaskan 6 tulisan lagi. Aku harus mengejar latihan 10.000 jam untuk menjadi mahir. Aku harus mengejar minimal 360 tulisan dalam satu tahun, walau hanya sebuah catatan pribadi. 

Malam ini ditemani musik malaysia, Thomas Arya. Aku kira beliau orang Malaysia, eh..urang awak kironyo. Itu pun aku baru tahu saat pesta pernikahan adik, ternyata beliau adalah saudara sepupu dari adik iparku. Pemain orgen pun tahu ada Thomas Arya datang dan langsung minta sumbang lagu, wuih..baru kali itu aku dengar suaranya langsung, sungguh merdu dan memukau.

Sobat, suka ke dermaga? melihat ratusan kapal yang bersandar. Ada yang bawa muatan barang dan ada yang memuat manusia. Ketika muatannya sudah penuh, tentunya Syahbandar segera meminta kapal tersebut untuk segera berlayar, dan kapal dibelakangnya pun segera merapat untuk mengisi muatan, jika sudah penuh pun akan dilepas berlayar.

Syahbandar sudah berkali-kali meminta kapal ku segera berlayar, sudah ku bilang kapalku masih kosong, mohon tunggu beberapa saat lagi. Karena dermaga kecil, yang hanya muat satu kapal untuk tempat muat, maka kapal lain pun mengantri panjang di belakang kapalku. Karena terlalu lama menunggu, kapal di belakang pun menurunkan penumpangnya dan rela meminta ku untuk memuat penumpangnya. Mana bisa sahutku, ini kan rezeki mu, pertama kali datang penumpang langsung menuju kapalmu bukan kapalku. 

Trus, dia balik bertanya, sampai kapan kau akan tunggu penumpangmu datang? kalau kau gak ada penumpang gak dapat rezeki lho. Bersahut kapten kapal lainnya, kapten ini penumpangku pun sudah full, aku oper sebagian ke kapalmu ya.. Bahkan, kapten kapal sebelum giliran kapal ku pun meminta calon penumpangnya yang sudah tidak bisa naik kapalnya karena muatan full, untuk naik ke kapalku. Begitulah kedekatan semua awak meski pun perusahaan berbeda, masih saling membantu. 

Ya, aku akan tunggu, ku yakin tidak kan lama di dalam hati. Lalu, ku tarik jangkar dan memutar kebelakang, agar antrian tidak memanjang dan merelakan kapal di belakang kapalku untuk berlayar terlebih dahulu. Bos, ane berlayar dulu ya. Ya, lanjut sahutku..karena ku yakin, sebantar lagi kapalku pun akan segera berlayar. 

Begitulah perumpamaannya...



Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.