Senin, 23 Juni 2014

Dulu dan Sekarang

Saya masih ingat ketika masih di kampus hijau dahulu, senior sering kali melarang agar kami mendengarkan bahkan melagukan lagu nasyid yang bertemakan cinta dan pernikahan. Larangan tersebut sepenuhnya tepat menurut pribadi saya sendiri. Karena, pada masa itu seharusnya kita mendengarkan senandung penyemangat jiwa, agar kita bersemangat dalam menuntut ilmu dan berjuang untuk sukses kuliah, serta pertebal keimanan. 

Saat kuliah merupakan waktu dimana kita membutuhkan fokus yang tinggi, dan menyalurkan jiwa muda kita ke kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan, pengalaman, serta skill untuk mempersiapkan diri menuju ke lingkungan masyarakat yang sebenarnya. Selepas kuliah, saya masih merasa masih banyak seharusnya yang bisa saya pelajari dan saya kembangkan di kampus.

Nah, sekarang sudah bekerja, sudah memperoleh penghasilan. Sudah saatnya melangkah ke jenjang berikutnya, tidak akan ada lagi yang melarang untuk bersenandung cinta dan pernikahan, bahkan jika belum juga menikah malahan senior yang akan marah. hahaha.


 

Belum Paham, Berujung Lapse

Hari ini, hampir 3 bulan salah satu nasabahku polisnya sudah tidak aktif (lapse). Sudah sejak lama sebenarnya aku ingin bertemu dengan nasabah ini, namun apa daya telepon tidak diangkat, bbm tidak dibalas, setiap kesana dengan waktu yang berbeda selalu nasabahnya tidak di rumah. Hingga, tanpa di duga hari ini sekitar jam 11, ku berhasil bertemu dengan nasabah tersebut secara langsung.

Tanpa basa basi panjang, ku lontarkan berbagai pertanyaan seputar kondisi polis-nya yang terpaksa lapse. Ternyata, beliau masih banyak yang kurang paham dengan polis yang beliau ambil dan nasabah tersebut juga tidak berterus terang dengan agen.

Akhirnya, sudah 2 jam ku jelaskan kembali panjang lebar, sampai-sampai ada sebuah pertanyaan yang baru 1 orang yang bertanya dari puluhan nasabah yang telah ku prospek. Untung, sedikit ilmu investasi sudah ku pelajari, akhirnya beliau pun paham.

Bagaimana cara klaim serta syarat dan ketentuan klaim, produk apa yang nasabah ambil, cara baca polis, cara pembayaran, trauma klaim tidak di bayar, agen asuransi yang nakal, sampai cara mengaktifkan kembali polis sudah ku jelaskan panjang lebar. Alhamdulillah, akhirnya sang nasabah bersedia kembali untuk mengaktifkan polisnya.

Sebuah pelajaran berharga bagiku, nasabah sejatinya harus kita berikan pemahaman yang utuh sebelum nasabah menandatangani SPAJ, nasabah juga harus terus bertanya sampai paham betul tentang apa yang diambil, walau terkadang banyak yang segan bertanya.

Sebelum menjadi agen yang full, saya juga sudah menjadi nasabah di berbagai asuransi. Sebagai nasabah, saya sangat senang apabila ada agen atau perusahaan yang menghubungi saya untuk sebuah penawaran kontrak asuransi. Jika produknya bagus dan memang sesuai dengan kebutuhan saya serta ada budget..hehehe, maka saya akan ambil. Itu pun dengan berbagai pertimbangan salah satunya perusahaan asuransinya sendiri.

Saya akui, masih banyak masyarakat yang belum paham dan sadar arti pentingnya sebuah asuransi. Sebuah tugas mulia bagi agen asuransi. Apa pun perusahaannya terus lah melakukan edukasi ke nasabah, jadilah agen profesional dengan mengutamakan intergritas, serta terus tambah ilmu anda. Semoga ke depan, masyarakat kita bertambah kepemilikan asuransi-nya.

Jumat, 25 April 2014

Menjadi Agen Asuransi

Jujur, gak pernah terfikir untuk menjadi seorang agen asuransi. Jangan kan agen asuransi, kefikiran jadi marketing saja kagak pernah. he..he.. 

Sudah 2 tahun menjadi agen asuransi di PT. Prudential Life Assurance, memang sih gak full time. Tapi, sekarang sejak 1 maret 2014 udah full time di sini. Rasa bangga juga ada, karena sifat pekerjaan di sini sosial membantu masyarakat untuk membuka tabungan perencanaan mereka baik untuk pensiun, pendidikan anak dan lainnya, dimana juga akan di cover asuransi.

Boleh dikatakan, masyarakat masih sangat banyak yang belum mempunyai tabungan jangka panjang. Padahal, jika dari sekarang dibuka tabungan jangka panjang, masyarakat tentunya akan semakin mudah untuk mencukupi kebutuhannya yang akan datang dan ditambah perlindungan kesehatan dan jiwa dari asuransi.

Sabtu, 22 Februari 2014

Selamat Tinggal BMRI

Waktu terasa sangat singkat ya, sejak tanggal 13 Juni 2011 saya menepaki kaki di Bank Mandiri area Padang sebagai Relationship Officer sekarang sudah hampir habis Februari 2014 dengan aktivitas terakhir  sebagai Sales Relationship Acquisition Merchant. Ini lah terakhir saya sebagai pegawai bank, dan InsyaAllah selanjutnya akan tetap berkarir di lembaga keuangan walau non bank.

Sungguh, saya sangat beruntung, melalui BMRI, saya menemukan passion saya, Walau disini merupakan tempat ketiga saya bekerja, namun ini merupakan tempat pertama yang saya sangat semangat menantikan hari senin. Kenapa tidak, dengan datangnya hari kerja itu merupakan kesempatan besar bertemu dengan banyak orang termasuk nasabah baru dengan berbagai karakter.

Di BMRI jugalah saya mengenal banyak jenis investasi, termasuk reksadana, saham atau pun asuransi. Semua produk funding dan layanan perbankan pun saya ketahui. Ini adalah modal yang baik untuk menepaki jenjang karir yang lebih tinggi lagi.

Saya masih teringat, akan perkataan pak Ujang pimpinan PT. Andalan Mitra Prestasi (AMP) kepada kami berempat alumni training Marketing Perbankan yang di adakan di kantornya. Saya sebelum menjadi seperti sekarang ini saya adalah marketing, bahkan saya pernah jualan koran di tengah jalan. Menjadi seorang sales, tidak hanya pelajaran yang tidak ada kita pelajari di sekolah atau di kampus, akan tetapi kita juga akan mendapatkan relasi yang sangat banyak, dan melalui relasi ini kita akan bisa berkembang. Yakinlah, coba lah dulu masuk ke dalam sistem, dari sana anda akan bisa menuju ke tempat lain yang anda inginkan.

Setelah mendapatkan wejangan dari beliau, sejak saat itu pula saya sangat bersemangat untuk menjalani profesi sebagai seorang sales...walau pun tidak pernah saya fikirkan sebelumnya akan menjadi sales. Dahulu, saya hanya berfikir menjadi dosen, penulis, atau peneliti di bidang pertanian, atau pun pemilik perkebunan besar. Namun, setelah hampir tiga tahun ini menjalani segala aktifitas dibidang ini, tidak tertutup kemungkinan ke depan saya bisa menjadi pemilik perusahaan. Ilmu yang saya dapatkan melalui bekerja di BMRI ini lah yang bisa mengantarkan saya ke sana. InshaAllah.

Terima kasih Bpk/Ibu di BMRI, AMP, rekan-rekan sejawat atas bantuan dan kerjasamanya, mohon maaf atas kesilapan dan tingkah laku yang kurang berkenan. Izinkan saya mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan asing dan nomor satu di bidangnya...

Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Pribadi Riky Perdana,

Blog ini akan merangkum semua tulisan saya, aktifitas saya yang bergelut di dunia perencana keuangan, investasi di saham dan reksadana, serta aktifitas saya sebagai seorang sales...

Penulis juga dapat di hubungi melalui Twitter @riky8022, atau FB : rikyperdana

Semoga bermanfaat bagi pengunjung sekalian.

Terima kasih.