Selamat Datang di blog personal Riky Perdana

Blog saat ini, masih dalam tahap perbaikan untuk sementara waktu. Tulisan terbaru masih terpajang, cuma susunan letaknya saja yang masih harus di perbaiki. Terima kasih banyak atas kunjungannya...


Kamis, 26 Februari 2015

// // 2 comments

Sebuah Surat Cinta

Sebuah surat cinta dari seorang suami/ayah untuk istri dan anak tercinta.
Istri dan Anakku tercinta, Dulu aku melakukan semua tugasku sebagai seorang ayah. Menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, biaya pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan kalian. Semua itu karena aku berada di antara kalian dan begitu sangat mencintai kalian. Tidak ada sesuatu pun di dunia yang bisa menukar tempat kalian dihati Ayah. 
Begitu surat ini sampai ditangan kalian, berarti karena sesuatu hal Ayah harus kembali pulang kepada Sang pencipta. Jangan sedih, teruskan mimpi yang pernah Ayah pompakan kepada kalian. Raih semua yang bisa kalian raih. Karena sepeninggal Ayah, Ayah sudah meninggalkan kepada kalian surat cinta, suatu bukti lagi betapa Ayah mencintai kalian. Surat ini sengaja Ayah seliapkan di Polis Asuransi. Itulah bukti cinta Ayah. 
Memang tidak bisa menggantikan posisi Ayah, tetapi polis ini akan menggantikan fungsi Ayah dalam membiayai hidup kalian. Jadilah anak yang berguna dan jaga mama kalian sebaik-baiknya.
Inilah sepenggal surat yang diselipkan seorang Ayah secara rahasia di buku polisnya. Surat itu pun ditemukan oleh agen asuransi yang membantu menguruskan klaimnya. 

Memang tak berlebihan, banyak yang bisa diwariskan seorang Ayah untuk anak-anaknya, cita-cita, semangat, tujuan hidup, dan nilai kehidupan. Akan tetapi, semua ini menjadi tidak berarti jika kita sebagai seorang Ayah tidak bisa meninggalkan biaya hidup untuk anak dan istri kita. Itulah bukti sebenarnya cinta kita kepada mereka.

Wira Arjuna penulis buku Do reframing Your Mind
Read More

Sabtu, 07 Februari 2015

// // 3 comments

Penyebab Kesuksesan Belum Menghampiri

Minggu pagi ini, saya membaca sebuah postingan dari jamilazzaini.com, tentang musuhnya orang sukses. Saya dan anda pasti ingin sukses bukan? dalam postingannya, musuh terbesar kita adalah kita sendiri, dan bagaimana pun jika ingin sukses, kita harus bisa mengalahkan musuh sejati tersebut. 

Musuh Pertama, yaitu Alasan. Kehidupan orang di atas rata-rata mereka semua menjauhi yang namanya alasan dan lebih fokus pada peluang dan menciptakan solusi dari persoalan yang di hadapi. Lebih lanjut, alasan terkadang datang dalam bentuk pembenaran-pembenaran. Misalnya, "Ya wajar dia bisa sukses, relasinya kan banyak dan kaya-kaya semua, sementara relasi saya masih sedikit." Nah, mulai sekarang saatnya belajar agar untuk menjauhi alasan, itu dapat mematikan semangat, kreativitas, pikiran buntu, dan hidup kita terpuruk. 

Musuh kedua, yaitu Takut Gagal. Semua orang pasti merasakan rasa takut gagal. hal tersebut normal adanya. Namun, kita harus menanamkan dalam diri bahwa kita hanya takut pada Allah Swt, tuhan yang menciptakan kita, takut berbuat maksiat, korupsi, makan gaji buta, dan sebagainya. Namun, kita tidak boleh takut gagal. Semua orang pasti pernah merasakan kegagalan, tapi mari kita habiskan secepatnya jatah kegagalan kita, agar saat nanti ketika tenaga sudah mulai melemah, kita bisa segera menikmati keberhasilan yang telah kita raih.


Musuh ketiga, yaitu Menunda. Sering kali kita melakukan hal ini. Sejatinya, setiap kita menunda pekerjaan, malah membuat pekerjaan tersebut bertumpuk. Hal itu tidak menyelesaikan masalah. Jadi sedari dini, mari kita hilangkan kebiasaan ini, agar kesuksesan bisa segera kita rasakan.

Lanjut Bung Jamil Azzaini, 3 hal di atas adalah pemimpinnya musuh kehidupan. Kita harus segera mengalahkannya, bila kita ingin hidup di atas rata-rata dan tidak tersandera dengan kehidupan dunia.
Read More