" Menantimu dengan kerinduan, menjemputmu dengan kekhusyukan, menikahimu dengan keimanan. Itulah caraku memuliakanmu, duhai pendamping impian. "
Foezi Citra Cuaca (Fu)

Sabtu, 06 September 2014

Berburu Buku..

Sudah lama tidak hunting buku. Aku biasanya pas sekali hunting, banyak yang di bungkus untuk di bawa pulang. Apalagi beberapa waktu ini “kisah”, terjadi. Untuk mengalihkan perhatian ya, ku larikan saja ke berburu buku. Dari pada pusing mikirin masalah mending, terima, ikhlas dan lupakan serta upgrade ilmu. Yang rezeki dan jodoh tidak akan kemana larinya.

Ada dua toko buku di Kota ku, namun yang terbesar adalah Gramedia. Biasanya kalau mau beli buku, kalau tidak online ya datangi Gramedia. Sebenarnya dalam bulan ini sudah beli beberapa buku via online, namun entah kenapa mau main-main di Gramedia juga selepas pulang kerja.

Biasanya setelah sampai di Gramedia, aku putar-putar dahulu melihat seluruh kategori yang terpajang di Gramedia. Kategori yang ku senangi adalah manajemen dan bisnis, islam, pengembangan diri, dan social politik. Biasanya aku akan lama berdiri disana memperhatikan dan membaca halaman atau buku yang terbuka sampulnya di rak-rak kategori tersebut. Nah, jika ada satu buku yang menarik ya, aku tandai dahulu, baru nanti setelah puas berkeliling baru aku akan kembali dan angkat ke kasir buku tersebut..

Ada satu buku, yang sebenarnya tidak ada rencana untuk ku bawa pulang. Namun, ada sesuatu yang ingin ku pelajari dari buku tersebut. Judul bukunya “ Catatan si Roy (Kisah-kisah Bijak Penyemangat hidup) dengan penulis Debi Abdullah, buku tersebut di terbitkan Bhuana Ilmu Populer. Setelah baca buku tersebut, ya.. Ngak nyesal untuk mengoleksinya di perpustakaan pribadiku.

Palingan kurang lebih 3 jam, ku selesai membaca buku setebal 178 halaman tersebut. Buku tersebut berisi 24 catatan kisah dan 5 cerpen kisah tentang si Roy. Mungkin ini pengalaman pribadi penulis sendiri yang di perankan di sana sebagai Roy. Walaupun merupakan buku karya pertama dari sang penulis, semuanya bagus. Kisahnya inspiratif..


Apa pun kejadian yang kita alami dalam kehidupan ini, banyak hikmah yang dapat diambil di sana. Apalagi jika kita tuliskan, tentunya akan lebih bermanfaat lagi dan menjadi pelajaran bagi orang lain. Silahkan di hunting bukunya.. 

***

Sabtu, 30 Agustus 2014

Baca saja, suatu saat akan engkau butuhkan..

Namanya Sayyid, teman dari satu organisasi saat di SMA dahulu. Ketika di kampus, dia berada di fakultas Sastra dan aku Pertanian. Meskipun beda fakultas dan letaknya jauh lagi, kami tetap dipersatukan di organisasi yang sama..Satu hal yang ku ingat dan telah ku patenkan di otakku dari beliau adalah..”jika ingin pintar menulis dan berkomunikasi dengan semua orang, banyak membaca, baca bahan atau buku apa pun, apa pun yang bisa di baca, baca.” Dimulai dari sana lah kegemaranku membaca bermula..Tahun 2005.

Sejak saat itu apa pun ku baca, namun hingga saat ini aku mendapatkan sebuah kesimpulan. Bahan bacaan yang paling senang ku baca adalah tentang Islam, sales, asuransi, perbankan, perencana keuangan, pengembangan diri, komunikasi, politik, pertanian, pasar modal, kepenulisan, sejarah, kisah sukses, karya sastra seperti novel, cerpen dan puisi.

Apa yang di sampaikan Sayyid 9 tahun silam, memberikan efek yang luar biasa bagi ku sekarang. Apalagi profesi sebagai seorang sales yang lebih banyak di takuti dan di jauhi semua orang saat ini..Dengan kita sedikit banyak tahu, maka akan mudah bagi kita masuk ke semua kalangan..Terkadang, dengan  mendengar perspektif yang berbeda dari yang kita tahu, itu akan menambah khazanah dari pemikiran kita. Bukan kah juga, gelas yang kosong lebih baik dari gelas yang berisi. Dengan gelas kosong, maka teko bisa mencurahkan airnya. Kalau gelas penuh, maka air akan meluber.” Prinsip yang bagus dalam menyerap ilmu. 


Ada suatu artikel yang ketika pertama kali ku baca, aku ragukan tulisannya. Namun, setelah di piker lagi ternyata betul juga. “dengan membaca akan menghindari kita dari kemiskinan.” Tak ada yang salah, betul. Aku pun merasa rugi hampir 27 tahun, bahasa inggris ku masih payah..Tentunya dengan banyak bahasa yang kita kuasai, semakin banyak bahan yang bermutu bisa kita lahap..

***