Minggu, 23 November 2014

Bukan Pemberi Harapan Palsu (PHP)

Yes, I am Prudential. Sekarang saya sudah proklamirkan bahwa saya agen asuransi dan InsyaAllah selamanya akan berprofesi sebagai agen asuransi. Ini adalah pekerjaan yang mulia, misi yang mulia untuk semua orang. Ya, ini tidak hanya sekedar pekerjaan iseng-iseng, tapi pekerjaan yang serius untuk digeluti, full heart.

Suatu hari, saat saya sedang canvassing di sebuah toko, baru memperkenalkan diri saja saya Riky dari Prudential, Ibu tersebut langsung bilang, saya sudah ada asuransi dan saya tidak butuh asuransi. Walah.., padahal saya mungkin tidak ada niat langsung jualan, cuma kenalan saja. Langsung di cut seperti itu..Kalau Anda jadi saya, anda akan lari dari toko itu langsung?

Kalau seperti ini calon klien saya jadi tambah semangat, ingin berkenalan dengan beliau. Ketika saya langsung di bilang seperti itu lantas saya menyahut, " Wah, bagus itu, Ibu sudah ada asuransi. Jadi, saya tidak perlu lagi jualan ke Ibuk saat ini. Tetapi, boleh saya kenalan dengan ibu dulu? setidaknya teman Ibuk bertambah bukan. Minimal nanti, ketika ada teman saya yang cari gesper produk ibu, kan saya bisa sarankan mereka untuk ke sini. Tidak rugi kan buk, kalau saya jadi teman Ibuk?

Akhirnya, saya tahu banyak juga tentang beliau, dan apa asuransi yang beliau punya. Ternyata, kesempatan saya untuk menawarkan produk asuransi ke beliau sangat besar. Memang, saya agen yang ke sekian banyaknya dari asuransi yang sama datang ke beliau. Namun, belum ada satu pun penjelasan yang lengkap yang beliau terima. Sehingga, sampai saat ini beliau juga belum tahu kelebihan produk asuransi yang saya tawarkan ini.

Banyak hal yang luar biasa pelajaran yang saya dapatkan dari Ibu ini. Salah satunya, jangan memberi harapan kepada orang, jika kita tidak beli orang jadi kecewa. Sebenarnya, jika dilihat dari kacamata sales, bagi sales baru ini akan terkesan "jutek", belum di jelaskan langsung tidak. Tapi, dari kacamata peluang bagi sales, ini klien orangnya sangat terbuka dan spontan. Kita akan bisa mengali kebutuhannya secara langsung dan orangnya blak-blakan. Dengan pendekatan yang intens sebagai teman, InsyaAllah beliau bisa kita closing-kan. Sabar dan kegigihan menjadi penentu kesuksesan.

7 Langkah Menuju Kesuksesan Perencanaan Keuangan

1. Kembangkan Rencana Keuangan

Perencanaan sangat besar artinya bagi kesehatan kondisi keuangan Anda. Buat daftar tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda. Dengan mengetahui tujuan-tujuan Anda, Anda dapat merumuskan cara untuk mencapainya, dan segera memulai langkah-langkah untuk mewujudkannya. Mungkin Anda berpikir ," Gimana nanti aja deh...". 

Coba Anda renungkan saat ini juga apakah kita akan memliki penghasilan seperti ini selamanya, dan apakah tujuan hidup kita akan tercapai begitu saja tanpa perencanaan yang jelas? Tampaknya gak mungkin deh..

2. Taati Budget Anda


Pas jam makan siang, Anda mampir ke ATM dan ingin mengambil uang 50,000 untuk makan siang di luar (sekali-kali gak di pantry lah...). Pada saat Anda lihat saldo yang tersisa ternyata tinggal 20,000!! Hei, kemana saja perginya uang Anda?? Ini semua kembali ke masalah budgeting. Sebisa mungkin monitor secara ketat pengeluaran Anda sehari-hari. 

Buatlah catatan, berapa banyak yang harus Anda alokasikan untuk keperluan bulanan, keperluan harian dan keperluan rekreasi atau hobby Anda. Jangan lupa sisihkan jumlah uang yang tetap setiap bulannya untuk ditabung. Ingat!! Pay yourself first, bayar diri Anda dulu untuk tabungan Anda, masa depan Anda, sebelum uang penghasilan kita pakai untuk keperluan kita yang lain...Menyusun budget itu gampang....yang susah itu bagaimana menaatinya...

3. Hiduplah Sesuai Kemampuan Anda

Jangan biarkan gaya hidup melampaui penghasilan Anda. Apabila Anda naik gaji (Amiiiin), jangan biarkan pengeluaran Anda ikut naik juga, Justru tingkatkanlah jumlah tabungan Anda...Selalu pisahkan kebutuhan dan keinginan, Anda mungkin tidak akan sakit atau mati jika keinginan Anda tertunda bukan?? Tapi kebutuhan adalah hal yang harus sebisa mungkin dipenuhi tiap bulannya. 

Tipsnya....pandai-pandailah memilih teman. Kalau kita berteman dengan perokok...bukan tidak mungkin ada budget tambahan untuk beli rokok. Jika berteman dengan seorang 'shop-a-holic' bisa jadi kita jadi beli sesuatu yang sebenarnya kita tidak perlukan....Intinya : Keep All Under Control

4. Menabunglah !!!

Ingat, idealnya setiap orang mempunyai tabungan sebesar 2 - 4 kali lebih besar dari penghasilannya yang tidak boleh disentuh keuali dalam keadaan emergency. Mungkin saja mobil Anda rusak berat bersamaan dengan tanggal jatuh tempo pembayaran asuransi tahunan Anda. Di saat seperti ini...kerasa kan manfaat tabungannya. 

Tipsnya...sisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk ditabung sebelum pengeluaran dan tagihan menanti. Jika tidak sanggup 10% bisa didapatkan dengan mengurangi 'gaya hidup' kita sebesar 10%. Susah?? Siapa bilang? Jika kita biasa makan dengan budget 10,000 sekali makan....apakah jika dikurangi 1,000 saja akan membuat Anda kelaparan? 

5. Bebaskan Diri dari Jeratan Hutang Kartu Kredit

Kartu plastik ini memang godaan, seakan-akan kita memiliki uang lebih. Ingat bahwa kartu kredit bukanlah uang lebih!! Gunakan hanya di saat emergency dan bukan ketika Anda ingin membeli barang yang harganya di luar kemampuan Anda. Tipsnya...memiliki 2 kartu kredit sudah sangat lebih dari cukup untuk Anda. Tapi 1 kartu saja sebenarnya sudah sangat cukup jika dapat digunakan secara bijak.

6. Memiliki Perlindungan Keuangan

Asuransi adalah bagian yang sangat penting dari sebuah perencaan keuangan Anda, dan memegang peranan utama dalam menjamin kepastian kondisi keuangan Anda di masa depan. Tentunya Anda tidak ingin sebuah bencana seperti insiden PJR di tol Jagorawi kemarin menghancurkan rencana masa depan Anda dan keluarga. Pertimbangkan kembali, apakah Anda telah memiliki proteksi yang cukup atas jiwa Anda, kesehatan, pendidikan, masa pensiun, mobil atau bahkan rumah Anda. 

Sebuah fenomena menarik yang terjadi adalah orang Indonesia lebih bangga memiliki 3-4 kartu kredit, sementara di Jepang (katanya) orang justru memiliki 3-4 asuransi untuk dirinya. Di Indonesia banyak orang yang mengasuransikan rumahnya, mobilnya (karena masih kredit...hehehe), tapi tidak jiwanya (coba bayangkan siapa yang harus melunasi kredit mobil tersebut jika Anda meninggal)

7. Berinvestasilah

Jika memungkinkan, akan lebih ideal apabila di samping menabung dan mengikuti program asuransi, Anda juga dapat menyisihkan sejumlah dana untuk diinvestasikan. Apabila Anda telah menjalankan empat saja dari tujuh hal di atas. Anda tengah berada di jalan menuju kesuksesan finansial. Namun, apabila Anda belum memulainya, tidak pernah ada kata terlambat. Mulailah sekarang juga. Ingat bahwa ribuan langkahpun selalu dimulai dengan Langkah Pertama.

Baca, Pahami, Lakukan dan Sharing-kan ke semua orang di sekitar anda. Semoga Bermanfaat. !