Sabtu, 16 Agustus 2014

Broadcast BBM mu Ganggu Sob..

Masih ingat dalam ingatan ketika aku ikut training Basic Sales Course yang trainernya mbak Cici Sihaloho, seorang mantan financial Advisor Axa Mandiri, yang jadi trainer di Prudential. Entah orangnya terlalu cantik dan anggun atau gimana, rasanya sehari itu gak ada bahan yang bisa aku catat, aku hanya terpaku melihat orang yang menyampaikan. Berbeda, kalo sama buk dayu, banyak bahan yang bisa aku catat..

Nah, waktu itu kami diminta untuk kirim sms atau broadcast bbm ke semua contact yang ada di bb kita. Tentang suatu kalimat tentang asuransi dan coba kita lihat responnya bagaimana? Pada saat itu sebenarnya aku tidak langsung melaksanakannya karena aku merasa kalau kita broadcast kepada semua contact yang ada, orang kebanyakan tidak suka akan hal itu. Sama seperti yang aku rasakan sendiri dari contact 2 orang marketing herbalife dan teman ku rizky kurniawan yang selalu kirim broadcast produk mereka bertiga.

Tapi, ya udah namanya training ku coba saja kirim. Ternyata yang membalas langsung hanya adikku yana yang bilang, saya udah punya asuransi prudential, maaf. Hahaha.. tapi, teman-teman sekelas yang lain ada juga yang balas positif dan negative, namun gak ada hasil yang memuaskan gitu..

Oya, entah kenapa ada yang berubah dengan tulisanku terutama di bbm, sms atau ketikan ini, setiap ada sesuatu yang penting atau akhir kalimat terbiasa menyisipkan titik dua seperti ini.. hahaha, itu karena menyamakan dengan si “Dia”, eh kebiasaanya juga jadinya. Kata orang, jika kita mau prospek orang tunjukkan kesamaan kita dengannya agar sang prospek bisa nyaman dengan kita. Mudah-mudahan dia mengerti, aku serius padanya. Toh, dia wanita pertama yang kutaksir dan kusampaikan langsung. Yang dahulu-dahulu cuma pendam rasa suka saja..hahaha..

Yuk lanjut, ada juga teknik yang bagus dan efektif menurut saya, yang saya dapatkan dari internet. Kita pasang saja DP dengan produk kita dan personal message kita, untuk menunjukkan ke orang-orang, maka hal yang harus kita lakukan, komentari DP atau PM orang saat DP atau PM kita menunjukkan produk kita, semoga orang melihat kita, jadi terkesan jualan secara halus..meskipun hasilnya juga blm sepenuhnya bisa kita katakana berhasil, setidaknya pernah temankan yang bernama mbak Nuning dan kak Era, orang di contact bb nya bertanya tentang asuransi..

Sambil menjemur pakaian, aku tadi terfikir bahan bacaan yang ku baca tadi tentang membangun personal branding..Tunjukkan bahwa kita professional di bidang perencana keuangan.

Satu lagi buat blog about financial planner. Soal blog untuk membangun personal branding sih udah banyak namun isi blognya yang amburadul, makanya aku sekarang membiasakan diri untuk menulis apa pun agar menumbuhkan habit ku dalam dunia kepenulisan..

Nah, kalo tulisan ini yang ku posting ke blog ah..gawat..ini personal banget..ingin suatu hari semua catatan harian ku ini ku terbitkan seperti catatan harian soe hok gie, walau isinya ini biasanya saja..
Jadi, intinya kurangi broadcast, lakukan cara yang halus dan terkesan elegant untuk jualan produk kita.


Minggu siang jam 14:15 wib, 3 Agustus 2014

Sedikit tentang Palestina (edisi : melawan lupa)

Disaat Indonesia merayakan kemerdekaannya pada hari ini, masih ada Negara sahabat kita yang masih belum merdeka. Disaat adik-adik ku pada hari ini mengikuti lomba panjat pinang, makan kerupuk, pacu karung dan lainnya, disaat ini anak-anak palestina masih berjuang untuk menyelamatkan diri dari tentara zionis Israel. Palestina adalah Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Pemimpinnya pada saat itu, Muhammad Ali Taher bahkan menyerahkan seluruh tabungannya di bank untuk perjuangan kemerdekaan kita.

Sumber : “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. 

Sungguh, di tengah kebahagiaan kita saat ini, sempatkanlah selalu menitipkan sebait do`a di kala selepas sholat kita bagi saudara-saudara kita di Palestina tersebut.  Ingatlah, Allah Swt sampai-sampai mengutus malaikatnya untuk mengaminkan do`a orang yang mendo`akan saudara-saudaranya. Do`a malaikat adalah mustajab, maka siapa yang mendo`akan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari do`a-do`a mustajab. Jika kita mendoakan untuk saudara, tentu do`a tersebut akan kembali padanya, maka potensi dikabulkan doa akan lebih besar dari pada hanya mendo`akan diri kita sendiri..Cobalah!

Empat doa yang tidak akan ditolak, yaitu: doa orang yang haji hingga kembali; doa orang yang berperang (berjihad) hingga berhenti; doa orang yang sakit hingga sembuh; dan doa seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya. Dan doa yang paling cepat diterima di antara doa-doa tersebut adalah doa seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya.” (HR. Ad-Dailami).
***

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke – 69 tahun

Subhanallah wal Alhamdulillah, atas izin Mu ya Allah. Hari ini bangsaku tercinta sudah 69 tahun merdeka. Sebuah perjuangan yang sungguh luar biasa yang dilakukan generasi awal Indonesia. Perjuangan yang tak kenal lelah, tak gentar menghadapi penjajah yang silih berganti mencoba menguasai negeriku ini.

Sekarang tongkat estafet pun telah bergulir ke generasi kami untuk membangun Indonesia menjadi negera adidaya ke depannya dan menjadi tonggak kebangkitan Islam di dunia. Tak ada yang tidak bisa, selama rakyat Indonesia mempunyai mimpi yang besar dan keinginan yang kuat itu, maka seluruh alam semesta bahu membahu untuk mewujudkannya, dan itu semua tidak lepas dari bantuan Sang Khalik. Untuk mewujudkan itu semua, maka lengkapi syarat-syaratnya. Apa yang Allah swt perintahkan dan sunah yang sudah di tinggalkan oleh Rasulullah Saw, jalankan. Jalankan peran kita masing-masing dengan sebenar-benarnya. Pasang niat yang lurus dan jangan ada niat atau itikad yang jelek. InsyaAllah bisa. Amiin.

Mengingatkan diriku, salah satu lagu wajib kebangsaan. Tentunya masih ingat, tinggal di hayati dan jalankan..

Bagimu Negeri/ Padamu Negeri
Oleh : Kusbini
Padamu Negeri kami berjanji
Padamu Negeri kami berbakti
Padamu Negeri kami mengabdi
Bagi Negeri Jiwa Raga Kami..

***




Senin, 23 Juni 2014

Dulu dan Sekarang

Saya masih ingat ketika masih di kampus hijau dahulu, senior sering kali melarang agar kami mendengarkan bahkan melagukan lagu nasyid yang bertemakan cinta dan pernikahan. Larangan tersebut sepenuhnya tepat menurut pribadi saya sendiri. Karena, pada masa itu seharusnya kita mendengarkan senandung penyemangat jiwa, agar kita bersemangat dalam menuntut ilmu dan berjuang untuk sukses kuliah, serta pertebal keimanan. 

Saat kuliah merupakan waktu dimana kita membutuhkan fokus yang tinggi, dan menyalurkan jiwa muda kita ke kegiatan-kegiatan yang menambah wawasan, pengalaman, serta skill untuk mempersiapkan diri menuju ke lingkungan masyarakat yang sebenarnya. Selepas kuliah, saya masih merasa masih banyak seharusnya yang bisa saya pelajari dan saya kembangkan di kampus.

Nah, sekarang sudah bekerja, sudah memperoleh penghasilan. Sudah saatnya melangkah ke jenjang berikutnya, tidak akan ada lagi yang melarang untuk bersenandung cinta dan pernikahan, bahkan jika belum juga menikah malahan senior yang akan marah. hahaha.


 

Belum Paham, Berujung Lapse

Hari ini, hampir 3 bulan salah satu nasabahku polisnya sudah tidak aktif (lapse). Sudah sejak lama sebenarnya aku ingin bertemu dengan nasabah ini, namun apa daya telepon tidak diangkat, bbm tidak dibalas, setiap kesana dengan waktu yang berbeda selalu nasabahnya tidak di rumah. Hingga, tanpa di duga hari ini sekitar jam 11, ku berhasil bertemu dengan nasabah tersebut secara langsung.

Tanpa basa basi panjang, ku lontarkan berbagai pertanyaan seputar kondisi polis-nya yang terpaksa lapse. Ternyata, beliau masih banyak yang kurang paham dengan polis yang beliau ambil dan nasabah tersebut juga tidak berterus terang dengan agen.

Akhirnya, sudah 2 jam ku jelaskan kembali panjang lebar, sampai-sampai ada sebuah pertanyaan yang baru 1 orang yang bertanya dari puluhan nasabah yang telah ku prospek. Untung, sedikit ilmu investasi sudah ku pelajari, akhirnya beliau pun paham.

Bagaimana cara klaim serta syarat dan ketentuan klaim, produk apa yang nasabah ambil, cara baca polis, cara pembayaran, trauma klaim tidak di bayar, agen asuransi yang nakal, sampai cara mengaktifkan kembali polis sudah ku jelaskan panjang lebar. Alhamdulillah, akhirnya sang nasabah bersedia kembali untuk mengaktifkan polisnya.

Sebuah pelajaran berharga bagiku, nasabah sejatinya harus kita berikan pemahaman yang utuh sebelum nasabah menandatangani SPAJ, nasabah juga harus terus bertanya sampai paham betul tentang apa yang diambil, walau terkadang banyak yang segan bertanya.

Sebelum menjadi agen yang full, saya juga sudah menjadi nasabah di berbagai asuransi. Sebagai nasabah, saya sangat senang apabila ada agen atau perusahaan yang menghubungi saya untuk sebuah penawaran kontrak asuransi. Jika produknya bagus dan memang sesuai dengan kebutuhan saya serta ada budget..hehehe, maka saya akan ambil. Itu pun dengan berbagai pertimbangan salah satunya perusahaan asuransinya sendiri.

Saya akui, masih banyak masyarakat yang belum paham dan sadar arti pentingnya sebuah asuransi. Sebuah tugas mulia bagi agen asuransi. Apa pun perusahaannya terus lah melakukan edukasi ke nasabah, jadilah agen profesional dengan mengutamakan intergritas, serta terus tambah ilmu anda. Semoga ke depan, masyarakat kita bertambah kepemilikan asuransi-nya.

Jumat, 25 April 2014

Menjadi Agen Asuransi

Jujur, gak pernah terfikir untuk menjadi seorang agen asuransi. Jangan kan agen asuransi, kefikiran jadi marketing saja kagak pernah. he..he.. 

Sudah 2 tahun menjadi agen asuransi di PT. Prudential Life Assurance, memang sih gak full time. Tapi, sekarang sejak 1 maret 2014 udah full time di sini. Rasa bangga juga ada, karena sifat pekerjaan di sini sosial membantu masyarakat untuk membuka tabungan perencanaan mereka baik untuk pensiun, pendidikan anak dan lainnya, dimana juga akan di cover asuransi.

Boleh dikatakan, masyarakat masih sangat banyak yang belum mempunyai tabungan jangka panjang. Padahal, jika dari sekarang dibuka tabungan jangka panjang, masyarakat tentunya akan semakin mudah untuk mencukupi kebutuhannya yang akan datang dan ditambah perlindungan kesehatan dan jiwa dari asuransi.

Sabtu, 22 Februari 2014

Selamat Tinggal BMRI

Waktu terasa sangat singkat ya, sejak tanggal 13 Juni 2011 saya menepaki kaki di Bank Mandiri area Padang sebagai Relationship Officer sekarang sudah hampir habis Februari 2014 dengan aktivitas terakhir  sebagai Sales Relationship Acquisition Merchant. Ini lah terakhir saya sebagai pegawai bank, dan InsyaAllah selanjutnya akan tetap berkarir di lembaga keuangan walau non bank.

Sungguh, saya sangat beruntung, melalui BMRI, saya menemukan passion saya, Walau disini merupakan tempat ketiga saya bekerja, namun ini merupakan tempat pertama yang saya sangat semangat menantikan hari senin. Kenapa tidak, dengan datangnya hari kerja itu merupakan kesempatan besar bertemu dengan banyak orang termasuk nasabah baru dengan berbagai karakter.

Di BMRI jugalah saya mengenal banyak jenis investasi, termasuk reksadana, saham atau pun asuransi. Semua produk funding dan layanan perbankan pun saya ketahui. Ini adalah modal yang baik untuk menepaki jenjang karir yang lebih tinggi lagi.

Saya masih teringat, akan perkataan pak Ujang pimpinan PT. Andalan Mitra Prestasi (AMP) kepada kami berempat alumni training Marketing Perbankan yang di adakan di kantornya. Saya sebelum menjadi seperti sekarang ini saya adalah marketing, bahkan saya pernah jualan koran di tengah jalan. Menjadi seorang sales, tidak hanya pelajaran yang tidak ada kita pelajari di sekolah atau di kampus, akan tetapi kita juga akan mendapatkan relasi yang sangat banyak, dan melalui relasi ini kita akan bisa berkembang. Yakinlah, coba lah dulu masuk ke dalam sistem, dari sana anda akan bisa menuju ke tempat lain yang anda inginkan.

Setelah mendapatkan wejangan dari beliau, sejak saat itu pula saya sangat bersemangat untuk menjalani profesi sebagai seorang sales...walau pun tidak pernah saya fikirkan sebelumnya akan menjadi sales. Dahulu, saya hanya berfikir menjadi dosen, penulis, atau peneliti di bidang pertanian, atau pun pemilik perkebunan besar. Namun, setelah hampir tiga tahun ini menjalani segala aktifitas dibidang ini, tidak tertutup kemungkinan ke depan saya bisa menjadi pemilik perusahaan. Ilmu yang saya dapatkan melalui bekerja di BMRI ini lah yang bisa mengantarkan saya ke sana. InshaAllah.

Terima kasih Bpk/Ibu di BMRI, AMP, rekan-rekan sejawat atas bantuan dan kerjasamanya, mohon maaf atas kesilapan dan tingkah laku yang kurang berkenan. Izinkan saya mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan asing dan nomor satu di bidangnya...