Minggu, 26 Oktober 2014

Menuju Agen Asuransi Syariah yang Ideal (2)

modal dasar sikap agen asuransi syariah..

5. Jujur dan dapat di percaya

Kejujuran merupakan modal dasar di dalam keberhasilan usaha, terutama dalam bisnis jasa keuangan sebagaimana halnya bisnis di bidang asuransi sebagai bisnis kepercayaan Trust. Salah satu ciri orang beriman adalah dia akan amanah dan jujur apabila diberikan kepercayaan dan sebaliknya orang munafik akan selalu khianat apabila diberikan kepercayaan. Agen asuransi Syariah adalah termasuk orang-orang yang beriman.

Kejujuran dan kepercayaan seseorang sering kali menjadi penentu gagal dan suksesnya seseorang menemui keberhasilan usaha. 


"Hendaklah kamu selslu berusaha menjadi orang yang benar dan jujur, karena kejujuran akan melahirkan kebaikan-kebaikan (keuntungan-keuntungan). Dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke syurga. Jika seseorang terus berusaha menjadi orang yang jujur, maka pasti dicatat oleh Allah sebagai orang yang selalu jujur. Jauhi dusta dan menipu karena dusta itu akan melahirkan kejahatan dan kejahatan akan menunjukkan jalan ke neraka. Jika seseorang terus menerus berdusta, maka akan dicatat Allah sebagai orang yang selalu berdusta." (HR. Muafaqun Alaihi)
Agen asuransi hendaklah ketika menyampaikan atau mempresentasikan produk, ia harus menyampaikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan terbuka, dan tidak ada fakta yang di sembunyikan.

6. Sabar dan tidak panik ketika mengalami kegagalan

Seorang agen harus menanggung resiko dalam bidang marketing. Ia harus siap menghadapi kesulitan dan kepayahan, karena hidup memang diciptakan untuk itu. Akan tetapi, semua itu bertujuan baik, karena dengan kesulitan-kesulitan itulah Allah Swt., meningkatkan derajat manusia itu sendiri. 

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjuang diantara kamu dan belum nyata siapa yang sabar." (QS. Ali-Imran : 142)
Agen asuransi syariah harus menyadari bahwa dengan bekerja bersungguh-sungguh, sabar dan tidak panik(stress) ketika mengalami suatu kegagalan Allah pasti akan memberikan suatu keberhasilan karena sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Selamat bekerja dalam mengedukasi masyarakat, dan sukses selalu..
sebelumnya..

Tulisan di atas diambil dari buku "Strategi Menjual Asuransi Syariah (Memahami Prinsip-prinsip dan Etika Asuransi Syariah)", Penulis Abdullah Amrin, SE, MM, yang diterbitkan oleh Quanta.

Menuju Agen Asuransi Syariah yang Ideal (1)

"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya baginya jalan keluar dan diberinya rezeki dari jalan yang tiada terduga. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Talaq: 2-3)
Dalam perspektif ekonomi Islam, ada beberapa modal dasar sikap yang harus dimiliki seorang agen asuransi syariah yang tercermin dalam sikap profesionalisme dalam perannnya sebagai pemasar asuransi syariah, dimana modal dasar sikap itu terdiri dari :

1. Bertanggungjawab

Tanggungjawab seorang agen asuransi syariah tidak semata-mata hanya kepada klien atau perusahaan yang diwakilinya, akan tetapi lebih dari itu harus dapat mempertanggungjawabkannya semua transaksi yang dilakukan kepada Allah Swt. Seorang Agen asuransi Syariah percaya bahwa segala amal perbuatannya akan dicatat oleh malaikat dengan rinci. 

"Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." (QS. An-Najm: 39-41)

2. Mandiri

Seorang agen asuransi syariah tidak boleh menggantungkan suatu keberhasilan hanya semata bersumberkan dari referensi, produk atau pun nama besar perusahaan. Keberhasilan seorang agen dipengaruhi oleh faktor diri sendiri, memiliki rasa percaya diri, meyakini bahwa dirinya mampu dan bisa mandiri.

Nasib berada di tangan kita sendiri, bukan di tangan orang lain. Karena tidak selamanya seseorang dapat menolong diri kita kecuali dengan daya dan upaya dari dalam diri kita sendiri, sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Ra`d ayat 11.

"...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah keadaannya sendiri.."

3. Kreatif


Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam menciptakan suatu produk atau dalam memberikan pelayanan kepada kliennya. Berniagalah dengan cara sesuka kamu dengan berbagai bentuk dan citra kreasinya yang baru selama tidak ada larangan dari Allah Swt., dan rasulnya tidak bertentangan denga syariah maka hal itu dibolehkan.

Seorang agen asuransi syariah yang selalu mencoba untuk berkreasi dalam melakukan penjualan namun kreasinya itu tidak mendatangkan closing, maka ia tetap akan mendapatkan pahala satu, namun apabila kreasi yang baru itu mendapatkan closing-an, maka ia akan mendapatkan dua pahala dari Allah Swt.

Seorang agen yang kreatif, maka banyak jalan baginya menuju sukses dan banyak cara mencapai keberhasilan. Karena bagi pribadi yang kreatif tidak akan pernah mengalami kegagalan atau kesulitan di dalam menuju keberhasilan.

"...Maka bertebarlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan Ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung..." (QS. Al-Jumu`ah : 10)

4. Selalu Optimis dan Tidak Mudah Putus Asa 


Dalam ajaran Islam ditanamkan sikap selalu optimis dan tidak mudah putus asa. Sikap optimisme dapat mendorong kesungguhan tekad untuk mendapatkan Ridha Allah Swt.

"...Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir..." (QS. Yusuf:87)
Apabila kita telah memiliki niat yang kuat di dalam hati dengan berkeyakinan bahwa kita dapat mencapai sasaran yang dibarengi dengan suatu komitmen atau keteguhan hati, pasti akan terjadi suatu hal yang luar biasa dalam diri kita, sebab Allah Swt., akan selalu mendengar apa kata hati kecil kita.

Bersambung...

Tulisan di atas diambil dari buku "Strategi Menjual Asuransi Syariah (Memahami Prinsip-prinsip dan Etika Asuransi Syariah)", Penulis Abdullah Amrin, SE, MM, yang diterbitkan oleh Quanta.