Wah Gawat, Air PDAM Di Kota Padang Udah Dua Hari Gak Hidup

Selepas hujan lebat yang mengguyur kota Padang sejak senin malam yang lalu, air PDAM pun berhenti mengalir. Mungkin bisa saja, sengaja dimatikan oleh Instansi milik pemerintah itu, untuk menghindari kerusakan instalasi PDAM akibat banjir atau longsor. Bisa juga agar penampungan induk air PDAM tidak terkontaminasi, atau pun instalasinya ada yang terganggu akibat hujan deras atau gimana. Apa pun itu alasannya, kita sebagai konsumen bisa memahaminya. 

Namun, jika terlalu lama menunggu air mengalir kembali ke kran-kran warga, kita pun sebagai konsumen sudah pasti mulai resah. Bagaimana tidak, air PDAM satu-satunya sarana air bersih yang banyak warga miliki. Mungkin juga ada sumur, namun sudah lama tidak digunakan. 

Sama seperti di rumah saya. Air sumur di rumah sudah tercemar dan tidak layak lagi untuk minum. Sejak saat itu, sumur pun ditutup dan pipa paralon yang mengalirkan air ke atas pun sudah diangkat. Bagaimana pun, meski tercemar dan tidak layak di konsumsi, instalasi air sumur jangan di copot, biarkan saja, sehingga kapan diperlukan air sumur bisa di naikkan ke bak penampungan. Tidak hanya untuk dikonsumsi, untuk kebutuhan Mandi dan cuci pun kan juga bisa. Pelajaran yang sangat berharga. 

Sehabis bangun tidur tadi, saya berdoa kepada Allah Swt, semoga air bisa mengalir kembali, minimal untuk berwudhu, mandi dan buang air. Alhamdulillah, selepas subuh air mengalir, walau hanya di kran depan rumah. Tanpa menunggu lama dan berfikir panjang, saya langsung tampung, dan sedikit demi sedikit angkat air dan pindahkan ke bak kamar mandi. Alhamdulillah terkumpul juga sekitar 2 ember besar. Badan pun segar karena udah sedikit berolahraga mengangkat air ke bak kamar mandi. Sesudah tertampung 2 ember besar, air PDAM pun kembali berhenti menyala hingga kini. Setidaknya saya dan adik sudah bisa berwudhu dan mandi dengan air tampungan tersebut. 

Nah, ke depan memang kita tidak bisa mengandalkan air PDAM saja. Air sumur harus dihidupkan kembali, agar ada air cadangan minimal untuk mandi dan mencuci. Kemudian, pelayanan dari PDAM pun juga harus prima, meskipun instansi milik pemerintah. Jangan sampai warga resah karena air tidak mengalir.. Warga juga adalah Pelanggan perusahaan, jangan buat mereka merasa dirugikan jadinya. Bukankah pelanggan adalah raja ?

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.