Canvassing..

https://riky-perdana.blogspot.com/2017/07/canvassing.html
Credit to : thetaskforceblog.org
Canvassing sangat menyenangkan bagi saya seorang sales. Saya sangat senang karena bisa masuk keluar toko, kantor, hotel, rumah sakit atau apa pun tempat calon klien saya. Dengan begitu saya banyak tahu dan kenal dengan berbagai latar belakang profesi dan tak kalah penting bagaimana pelayanan mereka terhadap tamu yang datang.

Selama saya berkecimpung di dunia penjualan dan melakukan canvassing banyak kantor, rasanya perbankan yang baru saya dapati melakukan pelayanan sangat baik terhadap tamu mereka.

Dulu pernah saya masuk ke Bank Mandiri Syariah di kota Padang, ketika masuk saya menemui security yang berjaga di pintu masuk dan menyampaikan maksud ke datangan saya ke sana. Lalu security mengantarkan saya menuju ruang tunggu tamu, dan beliau langsung menuju ke ruangan pic yang saya temui untuk memberitahukan kedatangan saya. Tak lama berselang pic yang saya cari, datang dan menemui saya di ruang tunggu. 

Ketika yang bersangkutan menemui saya, beliau menjelaskan terlebih dahulu nama beliau dan ada yang bisa beliau bantu. Saya pun memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan saya. Ketika saya jelaskan kedatangan saya ke sana, untuk menawarkan kerjasama jasa pengiriman kepada kantor tersebut. Saya diberikan waktu untuk menjelaskan apa yang saya tawarkan. Beliau pun mendengarkan dengan seksama.

Ketika saya menjelaskan beliau memperhatikan dan tidak ada memotong pembicaraan, ketika saya sudah selesai, sesekali beliau bertanya dan saya memberikan jawaban. Sehingga, saya merasa di perhatikan dan sangat di hargai. Meskipun saat itu belum bisa closing atau deal hingga kini, saya merasa sangat nyaman.

Beberapa hari yang lalu, saya juga pernah canvassing di sebuah perusahaan, ketika saya datang customer service yang saya temui tidak berdiri dan hanya duduk di mejanya. Saya pun di tanya ada perlu apa, dan saya memberikan jawaban mau menawarkan kerjasama jasa pengiriman. Silahkan duduk pun tidak ada, akhirnya saya hanya bicara sambil berdiri dan beliau mendengarkan namun sangat ingin sekali mengakhiri pembicaraan dengan saya, seperti ingin meminta saya untuk segera pergi dari hadapannya. Hehe..

Saya hanya berfikiran mungkin beliau sedang sangat sibuk atau sedang ada masalah pada saat itu. Karena melihat dari raut wajahnya, saya pun mengakhiri pembicaraan dan bilang terima kasih atas kesempatannya, InsyaAllah beberapa waktu ke depan saya akan ke sana lagi. Saya pun berlalu pergi dari perusahaan tersebut.

Sebagai seorang sales, saya sudah terbiasa dengan berbagai hal tanggapan dari banyak orang yang telah saya temui. Tidak ada kata kesal di hati, saya hanya tersenyum, dan di dalam pikiran saya InsyaAllah, perusahaan ini akan menjadi klien saya esok...

Asyik terasa bagi saya untuk canvassing. Mungkin sebagai penjualan merupakan passion pribadi saya, sehingga saya sangat enjoy untuk melakukan hal tersebut, sama seperti ngeblog saat ini.

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.