Pengiriman yang tertahan..

Agen SAP Express di Padang sudah empat puluh lebih banyaknya. Setiap akan di pasang peralatan semuanya di training secara keseluruhan, mulai dari sistem penginputan, sistem pengantaran dan pengambilan, penanganan komplen, soal harga, apa saja dan yang tidak boleh dikirim, penimbangan, pelabelan, pencatatan resi dan sebagainya. Memang satu kali training tidak akan bisa diserap semuanya oleh owner atau karyawan agen. Namun, biasanya setiap kali ke sana baik menjemput kiriman dan sebagainya driver, sales atau kacab selalu mengulang dan mengingatkan apa saja yang harus agen ketahui.

Soal isi kiriman kita tidak memeriksa, jika kita curiga isi kiriman kita berhak meminta izin untuk memeriksakan kiriman tersebut. Namun, kebanyakan kita percaya saja sama si pengirim atas isi dari paket atau surat mereka tersebut. Kebanyakan kita melayani pengiriman udara, meskipun banyak juga yang meminta pengiriman darat, kita juga melayani permintaan dari customer tersebut.

Beberapa hari yang lalu salah satu karyawan dari sebuah perusahaan yang merupakan klien saya menelfon untuk menanyakan harga pengiriman oli dari Padang ke Jakarta. Ketentuan dari pihak bandara dan maskapai, untuk oli memang tidak bolehkan pengiriman via udara. Itu sudah di sampaikan ke ybs, namun apa jawaban dari ybs.."lho kok gak bisa pak?" ya, begitulah pak dari peraturan bandara dan maskapai. "Gimana ini, perusahaan Bapak?" lanjutnya padaku. Lho, "Gimananya Pak? begitu yang dapat saya sampaikan kepada Bapak, Bapak bisa menggunakan pengiriman via darat, memang penyampaian paketnya tidak secepat via udara, dan juga ada hitungan minimum Kilonya juga ada Bapak. Jika pihak bandara dan maskapai tidak bisa, maka semua perusahaan ekspedisi juga tidak akan bisa mengantarkan paket bapak, kecuali via darat atau laut. "Oke lah pak, terima kasih infonya, saya cari yang lain saja", "baik Bapak terima kasih kembali", sahutku.

Nah, banyak customer memaksakan kehendaknya, namun tidak mengerti tentang prosedur yang harus dilewati. Seperti ada yang meminta mengirimkan buah yang mau di eksport ke luar negeri. Atau pun yang mau mengirimkan barang belanjaan yang banyak dari kota Batam ke Padang. Juga ada yang meminta mengirimkan hewan dari Padang ke Jakarta. Jika sekiranya ditanyakan dari awal oleh konsumen, tentunya kita bisa membantu dan menguruskan prosedur pengirimannya ke pihak terkait.

Sebagai contoh pengiriman hewan, pengiriman hewan via udara harus ada izin khususnya, izinnya dikeluarkan oleh balai karantina depertemen pertanian. Setiap bandara pasti ada petugas balai karantina hewan atau pun tumbuhan yang bertugas. Jika sudah diperiksa oleh balai karantina hewan atau tumbuhan dan ada surat keterangan dari mereka, baru pihak bandara dan maskapai bisa menerbangkan kiriman hewan atau tumbuhan kita tersebut.

Nah, ada salah satu konter retail kita menerima sebuah kotak, sipengirim mengatakan kepada owner konter retail kita bahwa isi kiriman adalah brosur. Konter retail pun bilang begitu kepada dirver yang menjemput paketnya untuk di bawa ke kantor agar bisa di proses dan diterbangkan. Begitu sampai di kantor kita input di sistem dan kita karungi beserta dengan paket lainnya. Sesampai di bagian cargo bandara, semua  paket di turunkan oleh driver dan di daftarkan untuk di berangkatkan. Setelah pendaftaran dan biaya pengiriman di lunasi, semua barang di masukkan ke dalam mesin xray, disana lah terlihat semua isi kiriman kita tersebut.

Pas, paket dimasukkan satu persatu dan melewati xray, terlihat lah ada salah satu bungkusan kita ternyata berisi ular. Security pun meminta driver membuka bungkusan, driver pun membuka satu karung yang dicurigai isi ular, setelah paket yang dicurigai tersebut dapat, dibukalah oleh driver dengan hati-hati. Ya, ternyata berisi ular derik warna hijau pada sebuah kotak plastik yang sudah di lubangi kemudian di atasnya di isi beberapa plastik bekas bungkusan minuman kopi.

Ya, tentunya paket tersebut di tahan oleh security cargo bandara. Karena kejadian tersebut pada malam hari, keesokan harinya kita beritahu pada owner konter retail yang melakukan pengiriman dan beliau pun menghubungi yang punya paket dan ternyata nomornya pun tidak aktif. Ya, kita cuma bisa membiarkan paket tersebut dan menunggu telpon dari pengirim. Kalau mau ularnya kembali ya, silahkan jemput di bandara.

Kita sebagai perusahaan jasa, tentu berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada customer, tentunya pula customer harus juga memberikan informasi yang benar kepada perusahaan, agar semua bisa berjalan baik dan lancar.






Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.