Perlakuan Terhadap Sebuah Penawaran

Datang langsung untuk menemui si pengambil keputusan memang tidak semudah yang dibayangkan. Setidaknya penawaran yang ku berikan, dititip pada security atau sekretaris cabang. Entah disampaikan atau tidak pada bagian umum yang ku tuju. Secara positif ada sesuatu hal yang dapat ku pelajari dari sana, yaitu penawaran yang ditujukan pada perusahaan tersebut haruslah surat yang lengkap detail isinya serta jelas maksudnya dan kepada siapa penyampaiannya. 

Kebanyakan selama ini, bagian penerimaan yang di depan pada sebuah kantor perusahaan memang mengedepankan fakta yang sebenarnya tidak diketahuinya. Namun, langsung saja memberikan statement menutup diri dari suatu penawaran yang sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan dimana dia bekerja.

Bagi saya sebagai owner perusahaan, ini adalah bagian dari penutupan diri yang membuat perusahaan kehilangan momentum untuk menerima masukan bagus dari penawaran-penawaran yang datang. 

Sebaiknya, ketika ada penawaran-penawaran yang datang pada perusahaan kita, alangkah sebaiknya disampaikan ke bagian yang berwenang dan bagian berwenang membaca penawaran tersebut. Setuju atau tidak bukan menjadi masalah. Lebih baik lagi, ketika penawaran tersebut langsung di follow-up dengan menghubungi yang memasukan penawaran untuk dapat memberikan penjelasan lebih baik lagi. Setelah mendapatkan penjelasan yang akurat dan detail jika merugikan atau sama dengan penawaran sebelumnya, silahkan untuk tidak diterima. Jika lebih baik, alangkah patut untuk di coba?

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.