Penetrasi Perusahaan Ekpedisi Pada Lembaga Baitul Mal wat Tamwil (BMT)

Blog Riky Perdana -- Dua minggu ini, beberapa BMT (Baitul Mal wat Tamwil) ku kunjungi. Tidak lain tidak bukan, masih dalam rangka menemani teman untuk menjalin relasi bisnisnya. Sebenarnya tidak ada juga kepikiran ke sana, saran dari Ayah yang membukakan jalan untuk menjalin kerjasama dengan BMT. 

Belum ada yang menjalin kerjasama dengan BMT di Kota Padang, maka kita buat terobosan untuk kerjasama dengan pengurus BMT. Kerjasama yang dimaksud adalah loket pengiriman dokumen dan barang.

Penulis ambil dari tulisan Bapak H. Ahmad Saifuddin dalam website masjidattaubah.com. Baitul Mal Wat Tanwil (BMT) artinya rumah harta/zakat dan keuangan. BMT dari artinya bergerak dalam dua bidang usaha utama, yaitu sebagai Baitul Mal dan Baitul Tanwil. Sebagai Baitul Mal, BMT berfungsi untuk menyalurkan amanah zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS). BMT sebagai Baitul Tanwil, merupakan lembaga yang melakukan usaha simpan pinjam dan usaha disektor riil. Intinya di dalam tubuh BMT tersebut ada usaha nonprofit dan profit. Usaha profit yang BMT lakukan merupakan usaha bagi hasil, sesuai dengan syariat agama islam. Makanya, BMT tidak mengenal istilah bunga.

Pada blog ekisopini.blogspot.com, juga ada tulisan tentang BMT. Sedikit kita cuplik dari blog tersebut terkait BMT. Padanan kata dari BMT bisa disebut Balai usaha Mandiri Terpadu. Dimana kegiatannya adalah mengembangkan usaha produktif dan investaso dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang kegiatan ekonominya. BMT juga menerima titipan zakat,infaq dan Sodaqoh (ZIS) dan menjalankannya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.

Lantas seperti apa BMT itu sebenarnya? 
BMT berorientasi bisnis, mencari laba bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi untuk anggota dan lingkungannya. Bukan juga lembaga sosial, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan penggunaan zakat, infaq dan sodaqoh bagi kesejahteraan orang banyak. BMT di tumbuhkan dari bawah, melibatkan peran masyarakat dalam kawasan itu, bukan milik perorangan atau yang lain, tapi milik masyarakat bersama.

Kota Padang Sumatera Barat tiap kelurahan memiliki BMT sendiri. BMT tersebut diberi nama tambahan yaitu, Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS). Adapun usaha yang dilakukan BMT KJKS di Padang antara lain simpan pinjam, pembayaran tagihan listrik, telfon, pdam, dan tagihan kredit. Biasanya bekerjasama ada dengan bank Muammalat, BSM, BRI syariah, PNM, dan Akses. Dari kesemuanya itu, belum ada kerjasama untuk loket pengiriman barang dan dokumen.

Saat ini loket pengiriman dokumen dan barang, hanya milik konter perorangan saja. Adapun letaknya banyak di tengah kota. Ayah penulis memberikan saran kepada kepala Cabang SAP-Express Padang, yaitu Bpk. Wilthamra untuk bekerjasama dengan BMT KJKS Se-Kota Padang. Agar setiap masyarakat dalam kelurahan tersebut menitipkan pengiriman barangnya melalui BMT KJKS. Dengan penitipan pengiriman barang di konter SAP-Express (KJKS tiap kelurahan), setidaknya masyarakat memberikan keuntungan pada BMT KJKS yang akan dikembalikan lagi pada masyarakat. 

Kemudahan lainnya, masyarakat dalam satu kelurahan tidak perlu berjalan jauh dalam mengantarkan paketnya. Saat ini banyak usaha dijalankan di rumah saja (kan bisa online). Tentu, akan banyak pengiriman dari usahan rumahan tersebut. Tambahan jika ada masyarakat yang pindahan rumah, SAP Express juga bisa melakukannya, tentu fee juga masuk ke kas nya BMT KJKS. Asyik bukan..

Belum ada perusahaan ekspedisi yang masuk. InsyaAllah ratusan BMT KJKS di Kota Padang bisa memanfaatkan kerjasama ini dalam membangun ekonomi masyarakat. Perusahan tour travel semacam AET Tour juga bisa memanfaatkan ini, sehingga kebutuhan masyarakat untuk tiket dan umroh bisa tersedia berkat kerjasama AET dan BMT KJKS. Menarik bukan?

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.