Menuju Agen Asuransi Syariah yang Ideal (1)

"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya baginya jalan keluar dan diberinya rezeki dari jalan yang tiada terduga. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Talaq: 2-3)
Dalam perspektif ekonomi Islam, ada beberapa modal dasar sikap yang harus dimiliki seorang agen asuransi syariah yang tercermin dalam sikap profesionalisme dalam perannnya sebagai pemasar asuransi syariah, dimana modal dasar sikap itu terdiri dari :

1. Bertanggungjawab

Tanggungjawab seorang agen asuransi syariah tidak semata-mata hanya kepada klien atau perusahaan yang diwakilinya, akan tetapi lebih dari itu harus dapat mempertanggungjawabkannya semua transaksi yang dilakukan kepada Allah Swt. Seorang Agen asuransi Syariah percaya bahwa segala amal perbuatannya akan dicatat oleh malaikat dengan rinci. 

"Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." (QS. An-Najm: 39-41)

2. Mandiri

Seorang agen asuransi syariah tidak boleh menggantungkan suatu keberhasilan hanya semata bersumberkan dari referensi, produk atau pun nama besar perusahaan. Keberhasilan seorang agen dipengaruhi oleh faktor diri sendiri, memiliki rasa percaya diri, meyakini bahwa dirinya mampu dan bisa mandiri.

Nasib berada di tangan kita sendiri, bukan di tangan orang lain. Karena tidak selamanya seseorang dapat menolong diri kita kecuali dengan daya dan upaya dari dalam diri kita sendiri, sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Ra`d ayat 11.

"...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah keadaannya sendiri.."

3. Kreatif


Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam menciptakan suatu produk atau dalam memberikan pelayanan kepada kliennya. Berniagalah dengan cara sesuka kamu dengan berbagai bentuk dan citra kreasinya yang baru selama tidak ada larangan dari Allah Swt., dan rasulnya tidak bertentangan denga syariah maka hal itu dibolehkan.

Seorang agen asuransi syariah yang selalu mencoba untuk berkreasi dalam melakukan penjualan namun kreasinya itu tidak mendatangkan closing, maka ia tetap akan mendapatkan pahala satu, namun apabila kreasi yang baru itu mendapatkan closing-an, maka ia akan mendapatkan dua pahala dari Allah Swt.

Seorang agen yang kreatif, maka banyak jalan baginya menuju sukses dan banyak cara mencapai keberhasilan. Karena bagi pribadi yang kreatif tidak akan pernah mengalami kegagalan atau kesulitan di dalam menuju keberhasilan.

"...Maka bertebarlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan Ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung..." (QS. Al-Jumu`ah : 10)

4. Selalu Optimis dan Tidak Mudah Putus Asa 


Dalam ajaran Islam ditanamkan sikap selalu optimis dan tidak mudah putus asa. Sikap optimisme dapat mendorong kesungguhan tekad untuk mendapatkan Ridha Allah Swt.

"...Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir..." (QS. Yusuf:87)
Apabila kita telah memiliki niat yang kuat di dalam hati dengan berkeyakinan bahwa kita dapat mencapai sasaran yang dibarengi dengan suatu komitmen atau keteguhan hati, pasti akan terjadi suatu hal yang luar biasa dalam diri kita, sebab Allah Swt., akan selalu mendengar apa kata hati kecil kita.

Bersambung...

Tulisan di atas diambil dari buku "Strategi Menjual Asuransi Syariah (Memahami Prinsip-prinsip dan Etika Asuransi Syariah)", Penulis Abdullah Amrin, SE, MM, yang diterbitkan oleh Quanta.

Tidak ada komentar:

Mohon kesediaannya untuk meninggalkan komentar untuk tulisan ini..
(maaf untuk tidak menyertakan link aktif dan spam)

Diberdayakan oleh Blogger.