Di dalam keseharian kita, banyak hal-hal yang bentuknya spele terabaikan oleh kita sendiri, yakninya etika. Entah kenapa mungkin kita merasa bahwa hal-hal semacam ini tidak begitu penting bagi kita. Tapi perlu kita ingat di etika ini lah orang akan menilai kita, disini lah persoalannya nanti banyak atau sedikitnya teman yang mau bergaul dengan kita atau baik buruknya etika juga akan menentukan dengan siapa saja kita bergaul.
Etika di dalam kehidupan keseharian banyak sekali yang terlalaikan oleh diri kita, diantaranya: Bagaimana etika ketika bersin, etika tidur tertelentang, tata bicara dan sebagainya. Untuk itu marilah kita contoh bagaimana etika keseharian Rasul Yang Mulia Muhammad Saw. diantaranya :
Fungsi Tangan Kanan dan Kiri
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, ” Nabi Muhammad Saw. menggunakan tangan kanannya untuk bersuci dan makan, sedangkan tangan kirinya untuk cebok dan memegang hal-hal yang kotor.”:( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Al Baihaqi )
Ketika Bersin
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia menuturkan, ” Apabila Rasulullah Saw. bersin, beliau merendahkan suaranya, lalu mengambil kain untuk menutup wajahnya.” ( HR. At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, Abu Nu`aim, dan Al-Humaidi )
Masih dari Abu Hurairah, ” Apabila bersin, beliau menutup wajahnya dan merendahkan suara bersinnya.” ( HR. Ath-Thabarani )
Mendahulukan Sebelah Kanan dalam Beraktifitas
Dari Aisyah diriwayatkan, ” Rasulullah Saw. Ketika mengambil sesuatu, selalu mengambilnya dengan tangan kanan. Ketika memberi juga menggunakan tangan kanan, dan memulai segala sesuatu dengan sebelah kanan.” ( Muttafaq Alaih )
Ketika Terlentang
Abbad bin Tamim mengisahkan bahwa ia melihat nabi Saw tidur terlentang di mesjid dengan meletakkan satu kaki ke kakinya yang lain. ( HR. Bukhari dan Muslim )
Tata Bicara
Aisyah menuturkan, Rasulullah saw tidak berbicara cepat dan bertele seperti kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan perlahan sehingga mudah dilafalkan oleh orang yang mendengarkannya.”( HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Sa`ad )
Hasan bin Ali menceritakan bahwa ia bertanya kepada pamannya yang bernama Hindun. ” Bagaimana cara bicaranya Rasulullah Saw ?”tanyanya. Hindun menjawab, ” Beliau ( Rasulullah ) tidak berbicara jika tidak perlu, banyak diam, dan mengawali serta mengakhiri perkataannya dengan bahasa yang fasih. Beliau juga berbicara dengan jawami` al-kalim ( singkat dan jelas bahasanya tapi luas kandungan maknanya ), perlahan-lahan, tidak berlebihan, dan tidak meringkaskan.” ( HR. Ath-Thabarani dan Ibnu Katsir )
Sedangkan Ummu Ma`bad menuturkan, ” Rasulullah Saw jika diam, beliau bersikap tenang. Jika berbicara, kata-kata beliau bagaikan butir-butir mutiara yang bersusun rapi. Gaya bicaranya enak, tidak meringkaskan dan tidak berlebihan.”
Ibnu Abbas pun mengisahkan, ” Rasulullah Saw. Ketika berbicara, tampak gigi-giginya putih bagaikan cahaya.” ( HR. Ad-Darimi dan Ath-Thabaarani )
Menggerakkan Tangan Ketika Bicara
Diriwayatkan dari Hasan bin Ali, dari pamannya yaitu Hindun, ia berkata, ” Rasulullah Saw ketika berisyarat, maka dengan menggunakan ( Jari-jari ) telapak tangannya. Ketika kagum, maka beliau membalikkan telapak tangannya ( ke atas ). Ketika mulai berbicara, maka beliau menepukkan bagian dalam telapak tangan kanannya pada perut jempol tangan kiri. Sedangkan ketika marah, beliau berpaling.” ( HR. At-Thabarani dan Ibnu Katsir )
Gaya Jalan Nabi
Laqith bin Shabirah mendapat kabar dari ayahnya bahwa ia dan temannya pernah berkunjung ke rumah Aisyah. ”Mereka berdua bermaksud menemui Nabi, tetapi beliau tidak ada. Tidak lama kemudian, datanglah Nabi berjalandengan langkah yang pendek dan badan condong ke depan.
Hasan bin Ali meriwayatkan dari pamannya Hindun, ia berkata,” Rasulullah Saw. ketika berjalan terlihat seperti menuruni undakan tanah ( condong ke depan ). Kalau berpaling, beliau memalingkan semua badannya. Beliau berjalan dengan merendahkan pandangan. Tatapan beliau dalam berjalan banyak menunduk ke bawah daripada menengadah ke atas. Pandangannya penuh perhatian. Para sahabatnya pun suka berjalan. Dan beliau yang memulai mengucapkan salam kepada siapa saja diantara mereka yang berpapasan dengannya.” ( HR. Al-Haitsami )
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ” Saya belum melihat orang yang berjalan cepat melebihi jalannya Rasulullah Saw. Seolah-olah bumi ini dilipat untuk beliau. Kami sendiri berusaha keras untuk mengejarnya, tetapi beliau santai saja. ”
Tawa dan Senyum Nabi
Diriwayatkan dari Aisyah,” Saya sama sekali belum melihat Rasulullah Saw. tertawa lepas. Hingga suatu saat saya melihat beliau bercanda, itu pun beliau hanya tersenyum.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad )
Shuhaib Berkata, ” Rasulullah Saw. tertawa hingga gigi-gigi gerahamnya tampak. ”( HR. Al-Jama`ah )
Hasan bin Ali bertanya kepada pamannya mengenai tertawanya Rasulullah. Hindun, pamannya itu menjawab,” Tertawa beliau itu berupa senyuman yang tenag bagaikan hembusan awan. ” ( HR. Al-Haitsami )
Menyukai Kata-kata baik
Ibnu Abbas berkata, ” Rasulullah Saw selalu optimis, tidak pernah pesimis. Beliau menyukai nama yang baik.” ( HR. At- Tirmidzi )
Mengganti Nama yang Jelek
Diriwaytkan dari Abu Hurairah,” Rasulullah Saw mengganti nama yang jelek dengan nama yang bagus.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi )
Banyak Bermusyawarah
Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata,” Saya belum melihat orang yang banyak bermusyawarah dengan teman-temannya lebih dari Rasulullah Saw.
Berhati-hati dalam Menjaga Buruk Sangka
Anas meriwayatkan, ” Suatu hari, Rasulullah Saw sedang berduaan bersama salah seorang isterinya. Kemudian lewatlah seorang pria. Beliau berkata,” Hai Fulan, ini adalah istriku.”
Maka pria itu menjawab,” Wahai Rasulullah, mungkin jika orang lain, saya menuduhnya yang tidak-tidak, tetapi kepada engkau, saya sama sekali tidak menuduh apa-apa.”
Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan,” Setan itu berjalan pada anak Adam melalui peredaran darahnya. ” ( HR. Albukhari dan Muslim )
Ketika Senang dan Marah
Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik ra, ” Apabila Rasulullah Saw. mendapatkan sesuatu yang menggembirakan, wajah beliau terlihat berbinar bagaikan cahaya rembulan.”( HR. Al-Bukhari dan Ahmad )
Ummu Salamah ra. Menuturkan,” Apabila Rasulullah marah, wajah beliau memerah. ” ( HR. Ath-Thabarani dan Al-Haitsami )
Bergaul dengan Sesama
Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali ra,” Saya bertanya pada paman saya yaitu Haidun tentang bagaimana pergaulan Rasulullah Saw di luar rumah.
Kata Paman saya, Beliau selalu menjaga lisannya kecuali dalam urusan yang bermanfaat. Beliau membuat orang lain bersikap lembut kepdanya, tidak menumbuhkan rasa takut pada mereka akan kehadirannya. Beliau juga memuliakan orang yang ditokohkan oleh kaumnya dengan menjadikannya pemimpin atas mereka. Beliau selalu bersikap waspada dan hati-hati dalam bergaul dengan orang-orang. Selain itu, beliau selalu menginspeksi para sahabatnya, dan menanyakan pada masyarakat entang perkembangan mereka.
Apabila ada yang bagus, maka beliau bilang bagus dan mendukungnya, dan sebaliknya apabila ada suatu yang buruk, maka beliau bilang itu buruk dan menghinakannya.
Ketika selesai memberikan nasehat kepda suatu kaum, beliau duduk sampai acara bubar. Tempat pertemuan beliau adalah tempat yang menyebarkan sifat lemah lembut, malu ( untuk bermaksiat ), sabar dan amanah. Ketika bersama para sahabat nabi Muhammad Saw. selalu ceria, budi pekertinya luhur, lemah lembut, dan sikapnya tidak berlebih-lebihan.
Begitulah beberapa etika keseharian nabi Muhammad Saw, Semoga dapat kita contoh dan menjadikan kita pribadi yang disenangi oleh orang-orang disekitar kita.
Sumber : Al-Wafa ( Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad Saw ) Karya : Abnul Jauzi penerbit ; Pustaka Al - Kautsar
Etika di dalam kehidupan keseharian banyak sekali yang terlalaikan oleh diri kita, diantaranya: Bagaimana etika ketika bersin, etika tidur tertelentang, tata bicara dan sebagainya. Untuk itu marilah kita contoh bagaimana etika keseharian Rasul Yang Mulia Muhammad Saw. diantaranya :
Fungsi Tangan Kanan dan Kiri
Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, ” Nabi Muhammad Saw. menggunakan tangan kanannya untuk bersuci dan makan, sedangkan tangan kirinya untuk cebok dan memegang hal-hal yang kotor.”:( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Al Baihaqi )
Ketika Bersin
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia menuturkan, ” Apabila Rasulullah Saw. bersin, beliau merendahkan suaranya, lalu mengambil kain untuk menutup wajahnya.” ( HR. At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, Abu Nu`aim, dan Al-Humaidi )
Masih dari Abu Hurairah, ” Apabila bersin, beliau menutup wajahnya dan merendahkan suara bersinnya.” ( HR. Ath-Thabarani )
Mendahulukan Sebelah Kanan dalam Beraktifitas
Dari Aisyah diriwayatkan, ” Rasulullah Saw. Ketika mengambil sesuatu, selalu mengambilnya dengan tangan kanan. Ketika memberi juga menggunakan tangan kanan, dan memulai segala sesuatu dengan sebelah kanan.” ( Muttafaq Alaih )
Ketika Terlentang
Abbad bin Tamim mengisahkan bahwa ia melihat nabi Saw tidur terlentang di mesjid dengan meletakkan satu kaki ke kakinya yang lain. ( HR. Bukhari dan Muslim )
Tata Bicara
Aisyah menuturkan, Rasulullah saw tidak berbicara cepat dan bertele seperti kalian. Beliau berbicara dengan jelas dan perlahan sehingga mudah dilafalkan oleh orang yang mendengarkannya.”( HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Sa`ad )
Hasan bin Ali menceritakan bahwa ia bertanya kepada pamannya yang bernama Hindun. ” Bagaimana cara bicaranya Rasulullah Saw ?”tanyanya. Hindun menjawab, ” Beliau ( Rasulullah ) tidak berbicara jika tidak perlu, banyak diam, dan mengawali serta mengakhiri perkataannya dengan bahasa yang fasih. Beliau juga berbicara dengan jawami` al-kalim ( singkat dan jelas bahasanya tapi luas kandungan maknanya ), perlahan-lahan, tidak berlebihan, dan tidak meringkaskan.” ( HR. Ath-Thabarani dan Ibnu Katsir )
Sedangkan Ummu Ma`bad menuturkan, ” Rasulullah Saw jika diam, beliau bersikap tenang. Jika berbicara, kata-kata beliau bagaikan butir-butir mutiara yang bersusun rapi. Gaya bicaranya enak, tidak meringkaskan dan tidak berlebihan.”
Ibnu Abbas pun mengisahkan, ” Rasulullah Saw. Ketika berbicara, tampak gigi-giginya putih bagaikan cahaya.” ( HR. Ad-Darimi dan Ath-Thabaarani )
Menggerakkan Tangan Ketika Bicara
Diriwayatkan dari Hasan bin Ali, dari pamannya yaitu Hindun, ia berkata, ” Rasulullah Saw ketika berisyarat, maka dengan menggunakan ( Jari-jari ) telapak tangannya. Ketika kagum, maka beliau membalikkan telapak tangannya ( ke atas ). Ketika mulai berbicara, maka beliau menepukkan bagian dalam telapak tangan kanannya pada perut jempol tangan kiri. Sedangkan ketika marah, beliau berpaling.” ( HR. At-Thabarani dan Ibnu Katsir )
Gaya Jalan Nabi
Laqith bin Shabirah mendapat kabar dari ayahnya bahwa ia dan temannya pernah berkunjung ke rumah Aisyah. ”Mereka berdua bermaksud menemui Nabi, tetapi beliau tidak ada. Tidak lama kemudian, datanglah Nabi berjalandengan langkah yang pendek dan badan condong ke depan.
Hasan bin Ali meriwayatkan dari pamannya Hindun, ia berkata,” Rasulullah Saw. ketika berjalan terlihat seperti menuruni undakan tanah ( condong ke depan ). Kalau berpaling, beliau memalingkan semua badannya. Beliau berjalan dengan merendahkan pandangan. Tatapan beliau dalam berjalan banyak menunduk ke bawah daripada menengadah ke atas. Pandangannya penuh perhatian. Para sahabatnya pun suka berjalan. Dan beliau yang memulai mengucapkan salam kepada siapa saja diantara mereka yang berpapasan dengannya.” ( HR. Al-Haitsami )
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ” Saya belum melihat orang yang berjalan cepat melebihi jalannya Rasulullah Saw. Seolah-olah bumi ini dilipat untuk beliau. Kami sendiri berusaha keras untuk mengejarnya, tetapi beliau santai saja. ”
Tawa dan Senyum Nabi
Diriwayatkan dari Aisyah,” Saya sama sekali belum melihat Rasulullah Saw. tertawa lepas. Hingga suatu saat saya melihat beliau bercanda, itu pun beliau hanya tersenyum.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad )
Shuhaib Berkata, ” Rasulullah Saw. tertawa hingga gigi-gigi gerahamnya tampak. ”( HR. Al-Jama`ah )
Hasan bin Ali bertanya kepada pamannya mengenai tertawanya Rasulullah. Hindun, pamannya itu menjawab,” Tertawa beliau itu berupa senyuman yang tenag bagaikan hembusan awan. ” ( HR. Al-Haitsami )
Menyukai Kata-kata baik
Ibnu Abbas berkata, ” Rasulullah Saw selalu optimis, tidak pernah pesimis. Beliau menyukai nama yang baik.” ( HR. At- Tirmidzi )
Mengganti Nama yang Jelek
Diriwaytkan dari Abu Hurairah,” Rasulullah Saw mengganti nama yang jelek dengan nama yang bagus.” ( HR. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi )
Banyak Bermusyawarah
Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata,” Saya belum melihat orang yang banyak bermusyawarah dengan teman-temannya lebih dari Rasulullah Saw.
Berhati-hati dalam Menjaga Buruk Sangka
Anas meriwayatkan, ” Suatu hari, Rasulullah Saw sedang berduaan bersama salah seorang isterinya. Kemudian lewatlah seorang pria. Beliau berkata,” Hai Fulan, ini adalah istriku.”
Maka pria itu menjawab,” Wahai Rasulullah, mungkin jika orang lain, saya menuduhnya yang tidak-tidak, tetapi kepada engkau, saya sama sekali tidak menuduh apa-apa.”
Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan,” Setan itu berjalan pada anak Adam melalui peredaran darahnya. ” ( HR. Albukhari dan Muslim )
Ketika Senang dan Marah
Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik ra, ” Apabila Rasulullah Saw. mendapatkan sesuatu yang menggembirakan, wajah beliau terlihat berbinar bagaikan cahaya rembulan.”( HR. Al-Bukhari dan Ahmad )
Ummu Salamah ra. Menuturkan,” Apabila Rasulullah marah, wajah beliau memerah. ” ( HR. Ath-Thabarani dan Al-Haitsami )
Bergaul dengan Sesama
Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali ra,” Saya bertanya pada paman saya yaitu Haidun tentang bagaimana pergaulan Rasulullah Saw di luar rumah.
Kata Paman saya, Beliau selalu menjaga lisannya kecuali dalam urusan yang bermanfaat. Beliau membuat orang lain bersikap lembut kepdanya, tidak menumbuhkan rasa takut pada mereka akan kehadirannya. Beliau juga memuliakan orang yang ditokohkan oleh kaumnya dengan menjadikannya pemimpin atas mereka. Beliau selalu bersikap waspada dan hati-hati dalam bergaul dengan orang-orang. Selain itu, beliau selalu menginspeksi para sahabatnya, dan menanyakan pada masyarakat entang perkembangan mereka.
Apabila ada yang bagus, maka beliau bilang bagus dan mendukungnya, dan sebaliknya apabila ada suatu yang buruk, maka beliau bilang itu buruk dan menghinakannya.
Ketika selesai memberikan nasehat kepda suatu kaum, beliau duduk sampai acara bubar. Tempat pertemuan beliau adalah tempat yang menyebarkan sifat lemah lembut, malu ( untuk bermaksiat ), sabar dan amanah. Ketika bersama para sahabat nabi Muhammad Saw. selalu ceria, budi pekertinya luhur, lemah lembut, dan sikapnya tidak berlebih-lebihan.
Begitulah beberapa etika keseharian nabi Muhammad Saw, Semoga dapat kita contoh dan menjadikan kita pribadi yang disenangi oleh orang-orang disekitar kita.
Sumber : Al-Wafa ( Kesempurnaan Pribadi Nabi Muhammad Saw ) Karya : Abnul Jauzi penerbit ; Pustaka Al - Kautsar
















0 komentar:
Poskan Komentar
Mohon Masukannya ya...